Selasa, 31 Mei 2011

"...dari seorang wanita kepada Ayahnya"

"Tatkala kutulis surat ini dengan jari jemariku.Air mata berlinang membasahi kedua mataku.Kukirimkan surat ini untuk ayahanda yang mahal,yang telah merangkulku dengan kasih sayang..Kukirimkan surat ini, walau sebenarnya aku enggan mengungkapkannya..Akan tetapi, gejolak perasaanku tak tertahan..Kukirimkan surat ini sementara air mata menggarisi tintanya..Kutulis dengan penuh kebimbangan..Sungguh aku telah menyimpan kesedihan dan gundah gulana dan hatiku terus menerus terbuka tuk menyimpan duka itu,tatkala ku tatap kepalaku yang telah terbakar dengan uban sungguh uban itu laksana api.

Wahai ayahanda…jangan kau haramkan tuk nikmati masa mudaku..Sungguh telah lewat umur yang penuh dengan kesedihan..Ketika kulihat anak-anak kecil meneteslah air mataku..Merintihlah hatiku karena kobaran penghalang..Kala kulihat selain ku hidup berdampingan dengan seorang suami..Sementara putranya telah terlelap dalam buaiannya..Ketika kulihat wanita itu penuh kasih kepada putranya,menimpaku satu rasa yang meremukkan hatiku

Wahai ayahanda… jangan kau bunuh aku dengan duka,membunuh tanpa pedang dan tombak

Wahai ayahanda…Tuhanku telah menetapkan seorang insan itu mesti butuh pasangan hidup dan anak-anak, Demikian ketetapan Allah yang Maha Hakim dan Maha Adil, Sungguh Tuhanku telah menetapkannya bagi manusia Bila memang engkau menghendaki gajiku dan upahku,ambillah yang kau inginkan tanpa ada keberatan.Ataukah kau ingin menjual putrimu,kepada orang yang bisa memberikan harta yang banyak padamu, maka itu adalah perkara kedua, Ini sungguh demi Rabb Ka’bah adalah penjualan yang tak lakuseperti menjual kambing dan sepasang domba

Wahai Ayahku…, cukuplah bagimu jangan kau sia-siakan masa depanku ataukah akan dicukupkan apa yang telah tersia-siakan dari zaman.Bila engkau terus menerus demikian dan tak hirau akan suratku ini ketahuilah Allah tidak akan melupakanku.Pada hari kiamat kita akan bertemu dengan hisab kita di sisi Al Ilah Al Wahid Ad Dayyan Dan datanglah jahannam dengan malaikat disekitarnya, Dan aku melihat lidah-lidah api, Disana kelak engkau akan tahu kebenaran setiap anak perempuan yang dipenjara tanpa hak."

dan saaat saya baca artikel ini, saya gabisa jelaskan prasaan saya. :) artikel ini saya dapat dri browsing, tp saya lupa link nya apa, jd gabisa share.. jadi cuma bisa copas hahahah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar